Memang, banyak sekali pengendara ranmor yang suka kebut-kebutan, apalagi ugal-ugalan di jalan, terutama bus kota. Padahal mereka membawa penumpang yang tidak sedikit, dan nyawa para penumpang itu ada di tangan para sopirnya. Tapi mengapa sampai detik ini masih banyak sopir bus yang suka ugal-ugalan di jalan ? Setoran. Jawaban logis, simpel, dan membuat sebagian orang gregetan. Ya, kebanyakan dari mereka ugal-ugalan dengan dalih mengejar setoran. Padahal, mereka tahu dan sadar, jika orang-orang yang menjadi penumpang di bus mereka adalah tanggung jawab mereka, yang patut mereka jaga nyawanya. Memang, garis takdir Tuhan memang sudah di atur. Ada juga orang yang masih hidup meskipun mereka baru saja mengalami sebuah kecelakaan hebat di jalanan karena bus. Ya, lagi-lagi bus. Bus merupakan alat transportasi yang dapat di katakan cepat dan praktis, tapi sangat membahayakan nyawa.
Itu baru alasan pertama mengapa banyak kecelakaan akhir-akhir ini. Alasan yang kedua adalah banyaknya pelajar yang senang, atau bahkan hobi kebut-kebutan di jalan, sekalipun jalanan sedang macet. Saya akui, saya juga pernah termasuk di dalam pelajar yang senang kebut-kebutan di jalan. Tapi sekarang, saya sudah tidak ingin melakukannya lagi.
Banyak sekali pelajar yang kehilangan nyawanya gara-gara ulah mereka sendiri. Tak sedikit pula yang terpaksa harus menunda kelulusannya karena di rawat di rumah sakit karena kecelakaan. Bahkan, sebagian besar pelajar tersebut adalah pelajar sekelas SMP ! Bayangkan. Anak SMP, yang notabene belum 17 tahun, sudah berani kebut-kebutan di jalan tanpa SIM. Mungkin ada beberapa yang sudah memiliki SIM dengan cara nembak umur, tapi bukankah hal tersebut salah ? Entah mengapa, mereka sangat senang apabila kebut-kebutan di jalan. Mungkin mereka berpikiran jika yang seperti itu adalah "Gaul". Yaah...mungkin seperti itulah kira-kira pikiran mereka. Mereka pikir dengan cara seperti itu mereka dapat di katakan gentle, tapi maaf...bagi saya itu terlalu berbahaya.
Karena ugal-ugalan itulah, mereka banyak yang terluka, atau paling parah kehilangan nyawa. Namun, jangan pikir pelajar SMA sedikit yang suka kebut-kebutan. Banyak juga di antara mereka yang harus menghabiskan separuh masa remajanya di dalam bui karena menghilangkan nyawa orang. Ugal-ugalan. Ya, itu dia masalahnya. Ugal-ugalan dapat membahayakan diri sendiri, bahkan orang lain. Juga dapat menghilangkan nyawa seseorang.
Maka dari itu, jika masih sayang dengan nyawa, jangan pernah mencoba untuk memacu sepeda motor dengan kecepatan yang "tak lazim". Saya harap, tak ada lagi remaja yang harus kehilangan nyawa dan menginap di bui karena kebut-kebutan.
Gaul itu nggak selalu identik dengan kenegatifan. Oke !!!